Featured

Selamat Datang

IMG_20181020_121742

Bukubukuseru.wordpress.com dikelola oleh Andri Surya Permana. Awalnya blog ini digunakan untuk mengulas dan mengingat buku yang sudah saya baca, tapi dalam perkembangannya ada ulasan lain selain buku.

Saya lahir dan tinggal di Malang. Suka membaca dan menulis serta sesekali jalan-jalan dan nonton film. Sebagai penulis saya sudah berhasil menulis 2 novel fabel “Petualangan Leon” dan “Mencari Aurora”. Selain itu karya lain juga tergabung di beberapa antologi seperti Antologi Bakso Arema dan Antologi Malang dalam Aksara. Tulisan saya lainnya bisa dibaca di:

andrisuryap.blogspot.com

storial.co

Saat mengunjungi blog ini jangan lupa cek kategori di bawah ini, ya!

Fiksi

Mengulas semua buku fiksi baik buku yang baru maupun buku lama yang sudah saya baca.

Non Fiksi

Mengulas semua buku non fiksi baik buku lama ataupun buku baru yang sudah saya baca.

Seputar Buku

Mengulas tips atau hal seru apapun tentang buku.

Seru-Seruan

Mengulas tempat-tempat wisata, makanan, atau apa saja yang seru.

Film

Mengulas film baik film baru ataupun film lama yang sudah saya tonton.

 

Selamat menikmati sajian di blog saya yang sederhana ini 🙂

 

Tetap semangat!

Tetap produktif!

 

 

Advertisements

Menikmati Jambu Biji Kristal Sepuasnya di Kopeng

IMG_20190310_084344

Jika di Malang (tempat tinggal saya) terkenal dengan wisata petik apel dan petik jeruk, maka di daerah Semarang ada wisata petik jambu biji bernama Agrowisata Kopeng Gunung Sari. Kopeng sendiri adalah nama daerahnya yang letaknya di Kabupaten Semarang. Di tempat wisata ini ternyata kita bisa menikmati lebih dari sekedar buah jambu biji saja. Berikut ini keseruan saya saat berkunjung ke tempat wisata yang masih terbilang baru tersebut.

Hamparan Jambu Biji

Hamparan tanaman jambu biji adalah suguhan utama dari tempat wisata ini. Setelah saya cari tahu ternyata jambu biji yang ditanam di sana adalah jenis jambu biji kristal. Yang menyenangkan, pohon jambunya memang berbuah jadi kita bisa langsung menyentuh dan memetiknya jika sudah matang. Jadi kita tidak hanya melihat hamparan pohon jambu saja tapi benar-benar merasakan sensasi memetik buahnya lalu menyantapnya.

Oh ya, siapkan perut kita karena di agrowisata ini kita bisa makan buah jambu sepuasnya secara gratis. Serasa punya kebun jambu biji sendiri! Kalau misalnya kita ingin membawa pulang jambu bijinya, bagaimana? Tenang, tentu saja bisa tapi kita harus membelinya. Harganya murah meriah kok, hanya Rp. 5.000 saja per kgnya (Maret 2019).

Jus Jambu Kopeng
Jus jambu yang jambunya asli dari Kopeng 🙂

 

Hamparan Taman Bunga

Setelah memasuki tempat wisatanya, kita sebenarnya tidak hanya disuguhi hamparan pohon jambu biji saja tetapi ada pula hamparan bunga-bunga. Sekali lagi, bunganya pun sebagian besar mekar jadi kita bisa langsung berselfie ria dengan bunga-bungan tersebut. Jenis bunganya pun beragam khususnya jenis bunga cosmos.

Gardu Pandang

 

Gardu Pandang Kopeng
Gardu Pandang Kopeng

Satu lagi yang unik dari tempat wisata ini adalah gardu pandangnya. Gardu pandang ini dibuat 4 tingkat dan terbuat dari bambu. Waktu berada di lantai 1 hingga 3 sensasinya masih biasa saja namun pemandangan sekitar sudah tampak membentang dan lebih indah. Tapi waktu saya sudah berada di tingkat 4 sensasinya sangat berbeda.

 

Pertama, pemandangannya memang benar-benar indah. Saya bisa melihat sekeliling tempat wisata ini sambil mengabadikannya dengan kamera. Kedua, saya bisa melihat salah satu gunung yang menjadi latar belakang utama dari kawasan wisata ini yaitu Gunung Telomoyo.

Ketiga, ini yang seru! Jadi, beda antara berada di tingkat 1 hingga 3 dan 4 adalah saat angin berhembus. Kalau saat berada di lantai 1 hingga 3 saya hanya merasakan sensasi rambut bergoyang dan dingin saja tapi saat berada di tingkat 4 ada sensasi rasa goyangan dari gardu pandangnya. Agak takut juga sih, tapi tetap aman kok karena gardu pandangnya kokoh.

Hamparan Hutan Pinus

Suguhan di lokasi ini tidak berhenti sampai di situ saja karena ada pula hamparan hutan pinus yang menjulang. Sebenarnya, hampara pohon pinus akan kita lihat sejak sebelum pintu masuk area agrowisata kopeng ini.

Sebelum itu juga ada beberapa rumah yang memajang beberapa tanaman atau bibit yang bisa kita bawa pulang tapi beli ya hehe. Jika sudah lelah berputar-putar, kita bisa beristirahat di resto yang ada di sana. Ada beragam menu yang cocok untuk menghangatkan tubuh di sana sambil menikmati jambu biji yang kita petik tadi.

Tips Berkunjung  

Gunung Telomoyo dari Gardu PandangTeman-teman harus berhati-hati saat memasuki kawasan Agrowisata Kopeng Gunungsari karena jalannya sedikit terjal dan menanjak. Selain itu, saat saya kesana arah ke pintu masuk dan pintu keluar menjadi satu dan muat satu mobil saja. Semoga kedepan ada pemisahan antara pintu masuk dan pintu keluar agar lebih nyaman lagi. Walaupun begitu, setelah keluar dari jalan sempit tersebut, kita akan memasuki lahan parkir yang cukup luas kok.

Ada baiknya datang di pagi hari karena masih belum terlalu ramai, udara masih segar, dan tidak terlalu panas. Usahakan datang pada saat cerah karena menurut om saya yang sudah beberapa kali datang, biasanya kawasan tersebut berkabut jadi pemandangan gunungnya tidak terlihat jelas. Beruntungnya saat saya datang kesana cuacanya cerah hehe.

Intinya, Agrowisata Kopeng Gunungsari sangat cocok untuk teman-teman yang sangat suka dengan alam dan berselfie ria. Jadi kalau pas berlibur ke Semarang Agrowisata Kopeng Gunungsari bisa dijadikan pilihan lokasi tempat wisata bersama keluarga dan kerabat dekat.

 

Terima kasih untuk Om Edi dan Tante Rita atas jamuannya selama di Bawen 🙂

Santai di Kopeng

 

Lokasi: Agrowisata Kopeng Gunungsari

Tiket masuk: Rp. 20.000 per orang (Maret 2019)

Alamat: Dusun Dukuh, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Waktu kunjungan: 11 Maret 2019

 

Instagram: andri_surya

FB: Andri Surya

Blog: bukubukuseru@wordpress.com

Ternyata Buku Mahal Tetap Laku

Gambar Posting BlogSalah satu obrolan menarik saat saya bertemu dengan teman-teman penulis adalah mengenai harga buku. Ya, di era di mana penulis sudah bisa menerbitkan bukunya sendiri informasi menjadi sangat terbuka termasuk soal harga.

Yang menjadi dilema adalah penentuan harganya karena kadang dijual murah saja masih sulit laku apalagi dijual dengan harga mahal hehe. Tapi, setelah jalan-jalan ke toko buku beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sedikit pencerahan soal harga buku ini.

Buku Mahal Nyatanya Tetap Laku

 

Bukuseru posting
Contoh buku yang laris manis (dokumen pribadi)

Jadi, ceritanya sebelum menulis posting ini saya jalan-jalan ke toko buku. Lalu, saya menemukan salah satu buku dengan keterangan “Mega Bestseller” dan bahkan langsung terjual lebih dari 3.000 eksemplar dalam 1 hari saja.

 

Setelah itu saya lihat halaman depan yang biasanya menunjukkan cetakan ke berapa dan tahunnya. Ternyata buku tersebut cetak ulang terus mulai tahun 2012 hingga akhir 2018 lalu dan masih beredar di toko buku sampai sekarang (posting ini tahun 2019).

Hitung saja kalau sekali cetak itu sekitar 3.000 hingga 5.000 eksemplar atau bahkan lebih. Lalu, saya cek harga buku tersebut yang ternyata harganya Rp. 168.000. Harga ini bisa saja tergolong murah atau mahal tergantung dari pembelinya. Kalaupun itu mahal karena katakan saja harganya di atas Rp. 100.000 nyatanya bukunya laris manis, kan? Hehe.

Saya ambil contoh lain seperti e-book yang katanya bisa memotong banyak biaya hingga harganya bisa ditekan. Tapi, berdasarkan pengamatan saya ada juga ebook yang dijual dengan harga di atas Rp. 100.000 dan sama LARIS MANIS! Hehe Ada lagi buku yang harganya di atas Rp. 2.000.000 dan laku juga.

Oh ya, lalu saya jadi penasaran berapa sih harga buku yang tergolong mahal menurut teman-teman. Akhirnya, saya coba bertanya melalui IG stories dan Alhamdulilah ada yang menjawab. Dari jawaban tersebut bisa disimpulkan kalau harga buku yang tergolong mahal bagi mereka adalah di atas Rp. 200.000.

Penentuan Harga Buku

Sebelum menerangkan soal ini, saya jelaskan kalau ini berdasarkan pengetahuan saya selama ini, ya hehe. Jadi, saya pernah menerbitkan buku judulnya Petualangan Leon dan Mencari Aurora (bisa dibaca di sini) serta beberapa antologi bersama teman-teman komunitas Malang Menulis secara mandiri. Dari pengalaman ini ada beberapa hal yang menentukan tinggi tidaknya harga buku.

  • Jumlah Halaman

Penerbit punya standar sendiri soal jumlah halaman ini. Semakin tebal atau lebih dari standar halaman tentu ada biaya tambahan dan itu artinya menambah beban biaya produksi.

  • Desain Cover

Kalau sebagai penulis kita tidak bisa membuat desain cover, maka kita bisa menyewa jasa desainer. Misalnya untuk Mencari Aurora saya dulu menyewa jasa desainer dan mengeluarkan biaya. Alhamdulilah kalau ada teman yang dengan ikhlas membantu atau dengan kesepakatan tertentu seperti Petualangan Leon.

  • Editing

Biaya bertambah lagi kalau kita malas mengedit atau ingin di edit oleh jasa editor. Ini juga penting demi kualitas buku yang akan kita terbitkan.

  • Ide

Tentu ide juga ada harganya dong. Orang-orang yang kaya itu salah satu kemampuannya adalah menjual ide brilian mereka, kan? Hehe.

  • Ornamen lain

Karena buku ini milik kita, maka kita ingin menerbitkan sesempurna mungkin, kan? Jadilah kita memberikan banyak oramen misalnya membuat hard cover, judul yang dibuat timbul, buku full color, kertas dengan kualitas baik, dan lain sebagainya. Itu semua ada harganya teman hehe.

Itu beberapa hal yang saya harus perhatikan saat dulu akan menerbitkan buku-buku saya. Daftar itu bisa bertambah kalau di mata penerbit misalnya mereka harus membayar karyawan, sewa tempat, biaya marketing, hingga tingkat kepopuleran penulisnya. Jadi ya seperti itulah proses sebelum lahir lalu ditetapkanlah harganya.

Dari sini saya jadi berpikir ulang soal harga buku. Kadangkala yang penting itu bukan harganya. Toh, kalau kita butuh pasti rela mengeluarkan berapa saja. Sama halnya dengan liburan. Kalau dipikir kita mengeluarkan uang yang terbilang besar bahkan kita rela menabung demi liburan tapi akhirnya kita senang.

Jadi bisa dibilang asal buku itu memberikan isi yang sesuai dengan apa yang kita harapkan bahkan melebihi harapan kita, maka kita akan mengesampingkan harganya. Intinya, buku mahal juga tetap saja laku! Yang terpenting, penulis untung pembaca pun untung hehe.

 

Instagram: andri_surya

 

Review Buku How to Manage My Money, Bikin Hidupmu Penuh Surplus!

IMG_20181025_083545

 

 

 

 

 

 

Judul Buku: How to Manage My Money Bikin Hidupmu Penuh Surplus!

Penulis Buku: Dwi Suwiknyo, SEI., MSI.

Penerbit: TrustMedia

Tahun Terbit: 2008

Jumlah Halaman: 156 halaman

ISBN: 979187390-1

 

Trik Mengetahui Menguapnya Uang Kita Sekaligus Cara Mengaturnya Agar Surplus

 

“Masalah Finansial itu bukan semata-mata dari besar-kecilnya uang yang kita miliki. Tapi, masalah finansial terbesar ketika kita tidak bisa mengelolanya dengan baik.”

(Halaman 14)

 

Mendapatkan uang adalah hal yang menyenangkan tapi jika tidak pandai mengaturnya maka uang akan menguap begitu saja. Pasti kita sering membantin “Kok baru tanggal segini uangku sudah habis?” atau “Emang uangku bulan ini aku pakai apa saja, ya? Nggak kerasa habis aja.” Buku “How to Manage My Money” ini bisa menjadi jawaban untuk masalah serius itu. Ada beberapa hal menarik yang saya dapatkan setelah membaca buku karya Dwi Suwiknyo, SEI., MSI ini.

Trik Mengetahui Kondisi Keuangan Kita

Salah satu hal menarik yang saya dapatkan adalah pentingnya mencatat pemasukkan dan pengeluaran jika ingin mengetahui kondisi keuangan kita. Dari catatan tersebut, kita dapat mengetahui dari mana saja kita mendapatkan uang sekaligus jumlahnya. Selain itu yang tidak kalah pentingnya, kita juga tahu kemana saja uang tersebut menguap sekaligus jumlahnya.

Dari trik pertama ini saja, kita sudah bisa menjawab berbagai pertanyaan seputar masalah keuangan kita. Misalnya kemana saja uang kita menguap atau apakah kondisi keuangan kita sebenarnya surplus atau defisit.

Trik Agar Surplus

“Duit segitu aja pakai dicatat, ribet!” Saya sebenarnya juga tidak mencatat pemasukkan dan pengeluaran saya sih. Dalilnya ya itu tadi, ribet haha. Tapi dari justru buku ini membantu memudahkan kita dalam mengatur keuangan apalagi bagi kita yang masih suka mengeluh kalau uang selalu tidak cukup. Ini adalah cara mencari pangkal masalahnya terlebih dahulu. Setelah itu barulah kita mencari solusi untuk mengatasi masalah itu.

Menurut saya, buku ini menjabarkan hal tersebut dengan cara yang ringan namun sangat bermanfaat. Di buku ini diceritakan bagaimana Brian yang seorang mahasiswa merasa mengalami masalah keuangan. Uang bulanan dari orang tua tidak cukup bahkan ia harus gali lobang tutup lobang untuk mengakalinya.

Solusi mulai dia dapatkan saat menceritakan masalahnya kepada kakak tingkatnya, Mas Hervan. Dari Mas Hervan, Brian tidak hanya belajar mengetahui akar masalah keuangannya tapi juga membantunya untuk mengatasi masalah itu. Bahkan di akhir cerita Brian bisa mengatasi masalah keuangan tersebut bahkan menjadikan kondisi keuangannya menjadi surplus. Ingatlah bahwa untuk berubah ke arah yang lebih baik kita tetap harus berusaha atau ihtiar.

Trik Mewujudkan Cita-Cita

Walaupun memiliki uang bukan satu-satunya cara tapi dengan mengatur keuangan, kita jadi bisa menentukan target dan mewujudkannya. Misalnya nih kita punya cita-cita membeli laptop atau HP maka kita hanya perlu melihat kondisi keuangan dari catatan tersebut. Setelah itu, tentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut dari kondisi yang ada tersebut. Misalnya apakah kita bisa langsung membelinya karena sedang surplus atau perlu mencari pendapatan tambahan agar impian memiliki HP atau laptop baru segera tercapai.

Trik Surplus dan Berkah

Tentu saja membuat keuangan menjadi surplus saja tidak cukup. Ada hal lain yang perlu diingat saat dianugerahi rejeki berupa uang. Kita harus memanfaatkan uang yang kita miliki tersebut untuk meraih keberkahan. Buku ini juga menjabarkan apa saja yang bisa kita lakukan setelah mendapatkan uang agar hidup insyallah semakin berkah dan semakin surplus!

Solusi yang Fleksibel

Menurut saya buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa saja. Asalkan mereka sudah mulai mendapatkan uang maka buku ini sudah bisa mulai dipraktekkan. Buku ini sih lebih penting lagi bagi mereka yang tidak mendapatkan penghasilan tetap misalnya pedagang, penulis, freelancer, atau bahkan ibu rumah tangga, dan lainnya karena kita harus lebih ketat untuk mengatur pengeluaran ketimbang mereka yang memiliki gaji tetap (walaupun solusi ini juga bisa untuk mereka yang bekerja dengan pendapatan tetap).

Nah, kira-kira itu yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Sangat bermanfaat sekali untuk kita yang ingin mencoba memperbaiki kondisi keuangan. Uang memang bukan segalanya, tapi jika mendapatkan dengan cara yang baik dan mengaturnya dengan cara yang baik pula yang membawa pada keberkahan, ya mengapa tidak? ketimbang boros atau tidak menggunakan uang tersebut menjadi sesuatu yang produktif. Kalau kata buku ini istilahnya menuju “kedewasaan finansial”.

 

“Tidak seperti dulu lagi, Keuangan Brian kini semakin maju. Dalam waktu yang bersamaan Brian mampu menabung sekaligus tetap mendapatkan surplus diperencanaan minggu ini.” (Halaman 63)

 

Review Buku Kebiasaan Sehari-Hari Orang-Orang Terkaya Di Dunia

Cover Habit Millionaires Post Blog

 

Judul Buku: Kebiasaan Sehari-hari Orang-Orang Terkaya di Dunia (The Habits of Millionaires)

Penulis Buku: Zaenuddin HM

Penerbit: Change 

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 222 halaman

ISBN: 978-602-1139-57-8

 

Kebiasaan yang Orang-Orang Terkaya Dunia Punya dan Orang-Orang Biasa Belum Punya

 

“Jangan Peduli apakah Anda dipandang kaya atau miskin.” (halaman 183)

 

Yang namanya manusia dan selagi hidup di dunia pastilah membutuhkan uang untuk mendapatkan keperluan sehari-hari. Kita akan kerja mati-matian dari pagi hingga petang untuk mendapatkan uang. Lalu, sesekali kita membayangkan betapa enaknya kalau kita banyak uang atau jadi milyader. Pasti kita bisa membeli apa saja yang kita inginkan, ya kan?

Bicara soal milyader, ternyata beberapa orang di dunia sudah mencapainya bahkan sudah masuk jajaran orang-orang terkaya di dunia. Untuk menjadi seperti mereka ternyata bekerja saja tidak cukup, mereka juga punya kebiasaan yang membuat mereka berada di titik yang sekarang ini. Buku “Kebiasaan Sehari-Hari Orang-Orang Terkaya di Dunia” ini membantu kita menguak apa saja kebiasaan mereka. Apa sih yang saya dapatkan setelah membaca buku ini?

 

Persepsi Soal Orang-Orang Kaya

Apa yang muncul di benak kita saat bertemu atau mengetahui informasi tentang orang-orang kaya atau bahkan terkaya di dunia? Bisa jadi macam-macam. Seringnya kita langsung berpikir negatif, “ah paling juga warisan.”; “ah paling juga banyak hutangnya.”; “pasti sombong”; “ah paling juga pakai pesugihan.” (uniknya di Indonesia ini hehe) dan masih banyak lagi persepsi lainnya. Namun di buku ini kita akan mendapatkan persepsi yang berbeda tentang orang-orang terkaya dunia tersebut termasuk bagaimana mereka mendapatkan kekayaannya.

Menurut buku ini faktanya beberapa orang-orang terkaya BUKAN berasal dari keturunan keluarga kaya raya (walaupun ada pula yang mewarisi harta keluarga). Selain itu, mereka TIDAK menggunakan ilmu hitam atau sejenisnya hehe (apalagi sebagian besar mereka bukan orang Indonesia).

Yang paling penting walaupun punya banyak uang yang mungkin tidak habis sampai 7 turunan tapi nyatanya mereka tidak menghabiskannya sesuka hati. Mereka justru mengeluarkan uang tersebut dengan penuh perhitungan dan strategi agar sebisa mungkin uang tersebut bertambah. Mereka juga menggunakan kekayaan mereka untuk membantu sesama atau dengan visi dan misi yang lebih jelas.

Persepsi Soal Uang dan Kekayaan

Selain persepsi soal orang-orang kaya, buku ini juga membahas soal uang dan kekayaan. Apa sih yang kita pikir soal uang dan kekayaan? “enak nih bisa beli apapun yang kita suka”; “pasti bisa santai tanpa kerja lagi”; “ah cari buat makan sudah sudah susah apalagi sampai bisa kaya”; “Ah terlalu banyak uang bisa menjerumuskan.” dan masih banyak lagi.

Buku ini pun mencoba memberikan mindset yang berbeda soal uang dan kekayaan. Bagi orang-orang kaya, uang dan kekayaan justru bukanlah hal yang negatif. Justru menurut mereka dengan uang kita bisa menjadi lebih sehat dan lebih bisa melakukan banyak hal positif lainnya seperti membantu sesama misalnya. Mereka juga menganggap bahwa dengan cara yang tepat uang akan bekerja untuk mereka itu artinya mereka tetap bekerja hanya saja dengan cara yang berbeda dari orang kebanyakkan.

Beberapa Kebiasaan yang Tidak Dimiliki oleh Orang-Orang Kebanyakkan

Beberapa kebiasaan memang dimiliki oleh orang biasa tapi yang lebih menarik perhatian saya adalah ternyata ada beberapa hal yang sepertinya jarang dimiliki oleh orang-orang kebanyakkan (termasuk saya hehe). Kebiasaan yang mungkin saja remeh ini bisa jadi hal yang membuat mereka berhasil menggapai titik kekayaan dengan jumlah yang luar biasa.

  • Belajar atau Bekerja Untuk Mendapatkan Uang           

Dulu kita pasti berpikir sekolah setinggi-tingginya biar bisa bekerja di tempat yang enak dan bergaji tinggi. Kita juga pasti bercita-cita pokoknya harus kerja di perusahaan tertentu karena sudah terkenal yang bekerja di sana hidupnya enak dan kaya.

Sebenarnya tidak ada salahnya tapi ternyata orang-orang terkaya di buku ini tidak berpikiran seperti itu dan jadilah mereka kaya hehe. Umumnya, mereka tidak suka bekerja sebagai karyawan dan memilih memiliki bisnis sendiri. Kemudian, mereka membesarkan bisnis tersebut dengan semangat pantang menyerah.

Beberapa dari mereka juga nyatanya juga Drop Out dari sekolah. Yang membedakan adalah setelah Drop Out-nya itu hehe. Alih-alih frustasi, mereka justru mencoba bangkit dengan visi dan misi yang jelas. Biasanya mereka akan langsung menekuni apa yang menjadi minat mereka hingga mendapatkan uang dari passion mereka itu.

  • Cermat dalam Mengatur Keuangan

Seringan mana nih dapat gaji – belanja – kalau sisa ditabung ATAU dapat gaji – membayar keperluan – ditabung  – belanja. Umumnya sih kita lebih pilih yang pertama tapi tidak bagi orang-orang terkaya itu. Saat mereka mendapatkan uang mereka lebih memilih untuk membayar berbagai keperluan (bayar hutang dan tagihan bulanan misalnya) lalu menabung sebagiannya dan bersedekah barulah belanja (kalau memang perlu).

Cara mengatur keuangan mereka juga unik dan berbeda dengan orang kebanyakkan. Kalau orang kebanyakkan lebih suka menumpuk atau ditabung mereka lebih suka memecahnya, jadi ada yang ditabung dalam bank, ditabung dalam bentuk investasi, dan ditabung dalam bentuk pengembangan bisnis.

Uang yang pas-pasan tidak menghalangi mereka untuk melakukan kebiasaan itu. Salah satu orang terkaya di dunia bahkan membeli saham dari harga yang paling murah dari hasil bisnis kecil-kecilnnya saat masih usia 13 tahun lalu melakukannya dengan konsisten.

  • Tidak Berfoya-Foya untuk Hal yang Percuma

Hei, yang namanya orang-orang terkaya di dunia apa sih yang tidak bisa mereka miliki? Sekali tunjuk mereka pasti bisa mendapatkannya hehe. Tapi toh mereka tidak melakukan itu. Buku ini membahas kebiasaan positif orang-orang tersebut – yang tidak dimiliki orang kebanyakkan. Misalnya ada kok orang terkaya yang tinggal di rumah sederhana (rumah yang mereka beli pertama kali) dan mereka nyaman saja padahal apa susahnya membeli rumah yang mentereng hehe.

Ada pula orang kaya yang memutuskan tidak terlalu sering menggunakan gadget atau menonton televisi kecuali untuk urusan penting. Urusan kendaraan dan makanan juga sama. Bukan karena sekarang mereka menjadi kaya akhirnya mereka langsung membeli mobil mewah atau selalu makan di restoran mewah. Beberapa dari mereka lebih suka naik mobil lama yang penuh kenangan atau bahkan memilih naik transportasi umum.

Makanannya pun asalkan sehat dan nikmat saja. Pilihan pakaian juga begitu, kebanyakkan mereka memilih menggunakan apa yang nyaman dan tidak terlalu memperdulikan merk. Wong orang terkaya saja ada yang menyarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit loh hehe.

  • Suka Membaca

Di beberapa buku soal pengembangan diri yang saya baca sudah sering ditekankan pentingnya membaca. Nah, ternyata banyak dari milyader dan orang-orang terkaya ini yang senang sekali membaca.

Mereka lebih senang membaca buku-buku non-fiksi yang berkaitan dengan pengembangan diri, motivasi, ekonomi dan keuangan. Tidak peduli seberapa sibuk, mereka tetap meluangkan waktu untuk membaca dalam sehari dan mereka melakukannya sebagai kebiasaan.

Dari membaca mereka tidak hanya mendapatkan kesenangan tetapi juga pengalaman dan belajar strategi baru yang bisa mereka gunakan untuk mengembangkan kekayaan mereka. Jadi, kalau mau jadi milyader segera banyak baca bukulah hehehe.

  • Tidak Hidup dengan Gengsi

Mereka tidak hidup dengan gengsi besar. Justru karena gaya mereka hidup, mereka menjadi bergengsi. Mereka tidak berpikir apa kata orang, misalnya ah punya banyak duit kok pakaiannya itu aja, ah duit tinggal ambil kok rumahnya kecil, dan ah…ah… lainnya hehe. Mereka hidup apa yang membuat mereka nyaman. Mereka bukannya tidak pernah bersenang-senang. Mereka hanya tahu cara bersenang-senang yang tepat dan tidak melakukannya secara berlebihan.

Yang pasti, tidak semua orang kaya raya itu berasal dari keluarga kaya raya. Mereka hanya mau berusaha untuk mengubah hidup mereka saja eh keterusan deh hehehe. Kisah mereka itu setidaknya memicu semangat sekaligus mengubah mindset yang masih kurang tepat.

Nah, kira-kira itulah yang saya dapatkan setelah membaca buku “Kebiasaan Sehari-Hari Orang-Orang Terkaya di Dunia” ini. Kalaupun belum menjadi milyader setidaknya kita belajar kebiasaannya dulu hehe.

 

Prinsip dan ajaran para milyader tentang hidup hemat adalah:

Jangan membeli apapun yang tidak Anda butuhkan.

Jangan Peduli apakah Anda dipandang kaya atau miskin.

Belilah aset-aset yang tidak menyusut nilainya. Sementara orang lain membeli berbagai busana dan mainan.

Review Film Chimpanzee

 

IMG_20180715_213337
Cover film Chimpanzee dengan foto Oscar si simpanse balita

 

“Menemani Oscar si Simpanse Balita Yatim Piatu” 

Biasanya saya menikmati film-film animasi Disney tapi kali ini saya disuguhi semua film dokumenter hewan dari Disney. Dari judulnya yang hanya satu kata “Chimpanzee” barangkali kita langsung tahu membahas soal apakah film dokumenter ini. Yap! Film ini adalah film dokumenter tentang simpanse. Lalu apa sih yang membuatnya menarik dan berbeda dari film dokumenter yang ada?

Kemasan Film yang Berbeda

Yang paling membedakan antara Chimpanzee dan film dokumenter adalah kemasannya. jika film dokumenter biasa lebih menyuguhkan sisi ilmiah atau science atau penjelasan lugas maka film Chimpanzee bentuknya seperti film. Jadi saat menontonnya kita seperti sedang menonton film keluarga simpanse tapi sekalian belajar juga selayaknya saat menonton film dokumenter biasa.

Cerita yang Menarik

Cerita dari film dokumenter ini juga cukup menarik. Chimpanzee bercerita tentang kawanan simpanse dengan tokoh utama bernama Oscar, simpanse balita. Karena suatu kejadian, Oscar harus menjadi simpanse yatim piatu.

Secara umum, pengalaman Oscar itulah yang menjadi cerita. Menurut saya sangat menarik karena ini semacam reality show. Banyak gambar yang indah, menyentuh, dan lucu termasuk beberapa gambar slow motion yang keren abis!

Dari film ini saya jadi belajar banyak tentang kehidupan simpanse di alam liar sana seperti keunikan mereka saat bertahan hidup, tentang perseteruan kelompok, tentang bagaimana mereka membangun sebuah kelompok yang solid, perebutan wilayah, kerasnya alam liar, dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui bahwa simpanse bisa meniru dengan baik walaupun kadang  membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal ini saya ketahui dari cerita keseharian Oscar saat meniru induknya hingga nantinya belajar dari simpanse dewasa lain yang bukan induknya. Proses meniru itu disuguhkan dengan menarik dan lucu. Dari situ kita tahu kepada simpanse dikategorikan sebagai salah satu hewan yang cerdas.

Hewan dan alam liar sangat tidak tertebak begitu pula di film ini. Bahkan, para pembuat film ini juga dibuat terkejut dengan kejadian setelah Oscar – yang masih sangat balita itu menjadi yatim piatu. Keterkejutan itulah yang akhirnya menjadi cerita lanjutan di bagian tengah film.

Menjadi yatim piatu atau sendirian bagi hewan semacam simpanse ini ternyata tidak mudah banget. Kerasnya alam liar dan tidak adanya perlindungan induk bisa membuat simpanse kecil seperti Oscar ini kehilangan nyawa dalam sekejap loh! Tapi di film ini, Oscar yang awalnya kesulitan beradaptasi dan tertekan dengan kondisinya justru mendapat perlindungan yang tak terduga.

Sayangnya,  menurut saya ceritanya agak nanggung dan kurang lama. Saya sebenarnya menanti cerita sampai Oscar menjadi simpanse dewasa sebagai simpanse yatim piatu sejak kecil yang harus bertahan di alam liar hehe. Tapi setelah melihat betapa beratnya pembuatan film ini ya saya jadi maklum.  Film ini dirilis aja sudah syukur, ya hehe.

Intinya kalau ingin belajar hewan khususnya simpanse dari film dokumenter dengan kemasan yang lebih menarik, film dokumenter dari Disney Nature berjudul “Chimpanzee” ini bisa jadi pilihan.

 

Judul Film: Chimpanzee

Tahun rilis: 2012

Bahasa: Inggris

Produser: Disneynature

 

Mengenal Alam dan Binatang Lebih Dekat Lagi

Cover Mukjizat Ilmiah

 

Judul Buku: Mukjizat Ilmiah di Lautan & Dunia Binatang (Al-I’jaz Al-Ilmi fi Al-Bihar wa Al-Hayawan)

Penulis Buku: Yusuf Al-Hajj Ahmad

Penerjemah: Putri Aria Miranda

Penerbit: Aqwam

Tahun Terbit: 2016

Jumlah Halaman: 256 halaman

ISBN: 978-979-039-364-6

 

“Binatang dapat dianggap sebagai ‘buku terbuka’ bagi siapa saja yang ingin mempelajari keajaiban dari kehidupan makhluk hidup.”

 

Kita semua pasti tahu seperti apa itu burung, gajah, semut, atau hewan lainnya. Selain itu, rasa air laut yang asin dan rasa air sungai yang lebih segar sudah sangat umum dan sudah kita pelajari sedari kecil dulu.

Tapi apakah kita tahu bahwa burung membuat sarang dengan model yang berbeda sesuai dengan habitat mereka? Apakah kita tahu bahwa sayap kupu-kupu ternyata sangat presisi? Atau bagaimana merpati paham tempat yang mereka tuju saat digunakan untuk mengirim surat? Buku berjudul “Mukjizat Ilmiah di Lautan & Dunia Binatang” ini akan menjawab semua.

Saat membaca lembar demi lembar kita akan terperangah dengan berbagai fakta bahwa alam dan binatang memiliki cara kerja yang lebih dari yang kita bayangkan sebelumnya. Pada awal bab kita akan berkenala lebih dekat dengan air dan faktanya di alam ataupun bagi manusia.

Lebih dari itu, setelah membaca buku karya Yusuf Al-Hajj Ahmad setebal 256 halaman ini saya merasa bahwa manusia pun patut belajar banyak hal dari hewan dan alam. Pun kita perlu memikirkan siapa yang ada dibalik semua mekanisme tersebut.

 

Belajar Lebih Fokus

Pernahkah kita melihat burung yang iri kenapa hidupnya tidak seenak kucing atau sekuat singa misalnya? Ya, bisa saja karena mereka memang tidak memiliki akal pikiran seperti layaknya manusia. Nah, tapi justru dari situlah saya paham sesuatu bahwa kita harus fokus pada apa yang kita miliki saat ini dan memaksimalkannya.

Misalnya, dalam buku ini dijelaskan bahwa burung hantu memiliki kelebihan pada matanya. Saking kuatnya mata yang dimilikinya, burung hantu mampu melihat tikus berukuran kecil  yang sedang berlari di antara rerumputan yang tebal walaupun di malam hari. Contoh lain, anjing yang dianugrahi penciuman yang tajam. Tidak heran jika anjing dipilih untuk membantu polisi menemukan jejak.

Contoh lain yang agak berbeda adalah laba-laba yang diklaim memiliki sarang paling lemah. Yap, jaring laba-laba itu sangat mudah rusak tapi dalam buku ini dijelaskan kalau seumpama tidak ada laba-laba atau jaringnya maka manusia mungkin tidak akan bisa bertahan lama.

Dari penjelasan ini saya jadi memahami bahwa selayaknyalah kita bisa belajar fokus. Dalam hal ini, kita harusnya lebih fokus pada apa yang kita miliki seperti kelebihan yang kita miliki.

Faktanya, semua makhluk diciptakan dengan kelebih dan kekurangannya masing-masing. Sekali lagi, layaknya hewan-hewan tersebut di atas, mereka tidak pernah berpikir untuk mengerjakan atau bahkan menjadi hewan lain. Kekuatan atau kelebihan itulah yang membuatnya bertahan hidup bahkan bisa digunakan untuk membantu sesama.

 

Belajar Berjuang dan Pantang Menyerah

Mungkin sekarang kita hanya tahu kalau burung terbang entah ke mana untuk mencari makan kemudian kembali ke sarangnya. Kelihatannya enak, ya?  cuma terbang ke suatu tempat lalu makan kenyang terus pulang.

Yang tidak pernah kita tahu adalah apa saja yang dilewati oleh para burung itu sebelum mendapatkan makanan. Bisa jadi mereka melewati semak berduri, area yang sangat dingin atau panas, risiko ditembak pemburu, atau risiko lainnya yang bisa membuat nyawa mereka melayang seketika.

Lalu apa yang saya pahami? Burung tidak mengeluh dengan itu semua. Mereka dirancang untuk terus bergerak bagaimanapun kondisinya untuk mencari makanan. Ya, mau bagaimana lagi, kalau mereka tidak bergerak tentu mereka tidak makan.

Jika dianalogikan dengan manusia tentu sepatutnya kita terus berjuang dan pantang menyerah dalam hidup ini bagaimanapun kondisi kita saat ini. Kalaupun sedang sangat berat, kita hanya perlu terus bergerak saja seperti binatang tersebut.

 

Belajar Setia Kawan dan Kasih Sayang

Entahlah ya, saat membaca buku ini saya kok jadi berpikir sebenarnya hewan juga memiliki pikiran yang tidak bisa kita pahami selayaknya mereka tidak paham dengan kita.

Misalnya saja buku ini menjelaskan mengenai kawanan semut yang setia kawan. Saat melihat salah satu kawannya kelaparan maka semut lain akan membantunya dengan memberikan makanan atau menunjukkan sumber makanan.

Seekor burung akan mati-matian mengerami kemudian mencarikan makan agar anak mereka itu tidak mati. Buku ini akan memberikan penjelasan mengenai betapa beratnya seekor induk saat membesarkan anaknya hingga akhirnya mereka bisa melepaskannya secara mandiri.

Misalnya saja penguin  betina yang mengangsur telurnya kepada penguin jantan secara hati-hati agar tidak pecah. Kemudian penguin jantan akan mengerami telur tersebut sambil berdiri! Sembari menunggu penguin betina mencari makan untuk mengisi tenaga. Tentu saja hal itu tidak akan terjadi jika hewan tersebut tidak memiliki rasa setia kawan dan kasih sayang.

 

Belajar Berpikir akan Kebesaran Tuhan

Satu lagi yang saya dapatkan disela-sela membaca buku ini. Saya jadi teringat surat Al-Baqarah: 186 dalam kitab suci Alquran yang artinya:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Barangkali kita sering bertanya soal keberadaan Tuhan atau Allah yang sudah dijawab langsung bahwa Allah itu dekat dengan kita. Sedekat apa? Di mana?

Saat membaca buku ini saya merasa bahwa salah satu cara Allah untuk dekat dengan kita adalah dengan menunjukkan ciptaannya. Siapa yang menciptakan semua alam dan isinya dengan mekanisme sesempurna itu? Bahkan jika hewan dikatakan tidak memiliki akal pikiran toh mereka bisa bekerja sesuai dengan apa yang mereka miliki tanpa ada yang mengajari?

 

Intinya, buku berjudul “Mukjizat Ilmiah di Lautan & Dunia Binatang” seperti mengajak kita berjalan-jalan sembari mempelajari lebih dalam lagi soal alam dan isinya khususnya dunia binatang. Seru dan juga mencengangkan!

Buku ini juga dilengkapi dengan kutipan dari ayat Alquran untuk memperkuat pernyataannya sekaligus gambar berwarna yang menarik dan membuat mata tidak cepat lelah. Kalau penasaran langsung baca bukunya saja, ya!

 

“Karena perannya yang luar biasa, seorang ahli biologi menegaskan bahwa ras manusia akan binasa jika laba-laba hilang dari muka bumi.”